Showing posts with label Tekstil. Show all posts
Showing posts with label Tekstil. Show all posts

Thursday, 27 July 2017

SERAT (SERAT ALAMI DAN SERAT SINTETIS/BUATAN)

SERAT


Serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Material ini sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk membuat tali, kain, atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia). Serat sintetis dapat diproduksi secara murah dalam jumlah yang besar. Namun, serat alami memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, berdasarkan asal bahan, serat dikelompokkan kedalam 2 bagian, serat alam dan serat buatan.





A.                      SERAT ALAM

Serat alam menurut Jumaeri, (1977:5), yaitu “Serat yang langsung diperoleh di alam. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting, sebab :
-       Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang dihasilkan.
-  Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi seperti pada tahun 2.640 SM negara Cina sudah menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di India, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 3000 SM. Selama ribuan tahun serat flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusia paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacam-macam jenis serat buatan diproduksi.

Serat alam sendiri dikelompokkan kembali menjadi 3 golongan, meliputi serat yang diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini bersifat dapat mengalami pelapukan. Berikut merupakan penjelasan-penjelasan singkat mengenai ketiga golongan serat tersebut:

1)         Serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Serat Tumbuh-tumbuhan)
Serat tumbuhan biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. Serat tumbuhan tersebut umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil yang dapat berasal dari :
-    Batang, seperti : serat flax (linen), henep, jute, kenaf, sunn, rami, dll
-    Daun, seperti : abaca (manilla), henequen, sisal, dll
-    Buah, seperti : serat serabut kelapa
-    Biji, seperti : serat kapas dan kapuk

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : SeratTumbuh-tumbuhan

2)       Serat yang berasal dari hewan (Serat Hewan)
Serat hewan atau juga disebut serat proteina dapat berbentuk staple atau filament staple yang berasal dari rambut hewan berupa domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Namun yang paling sering digunakan adalah wol dari bulu domba.
Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Sifat umum serat protein adalah sangat mudah menyerap air (higroscopis) dibanding serat kapas, Jika dilakukan uji pembakaran akan menimbukan abu hitam rapuh mengarang berkerikil, dan bau pembakarannya seperti rambut terbakar, nyala apinya cepat terambat.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : Serat Hewan

3)      Serat yang berasal dari mineral  (Serat Mineral)
Serat mineral umumnya dibuat sari asbestos, Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. Selain itu terdapat jenis-jenis serat mineral lainnya seperti:
-    Kaca serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa,
-    Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
-    Serat karbon   


Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : Serat Mineral


SERAT BUATAN

Serat buatan menurut Jumaeri, (1979:35), yaitu “serat yang molekulnya disusun secara sengaja oleh manusia. Sifat-sifat umum dari SERAT buatan, yaitu kuat dan tahan gesekan”.


  1. Rayon

      Rayon merupakan SERAT buatan yang paling awal dibuat, memiliki faktor yang terpenting untuk keberhasilan pemasaran SERAT rayon adalah harga yang murah dan dapat dipergunakan untuk membuat kain yang bagus dengan warna menyerupai wol, sutera ataupun linen. SERAT rayon pertama kali dibuat untuk membuat kain pakaian jenis krep atau menyerupai linen. SERAT rayon ada bermacam-macam yaitu SERAT rayon viskos, SERAT rayon kupramonium, SERAT rayon modulus, SERAT rayon kekuatan tinggi, SERAT polinosic. Jenis SERAT rayon yang dapat digunakan sebagai kain untuk busana anak, yaitu SERAT rayon viskosa dan rayon kuproamonium.

(a) Rayon Viskosa
     Campuran rayon viskosa dan poliester banyak digunakan sebagai bahan pakaian. Kain-kain yang halus digunakan untuk pakaian dan pakaian dalam. Rayon viskosa tahan terhadap penyetrikaan, tetapi oleh pemanasan yang lama warnanya akan berubah menjadi kuning. Sedangkan oleh penyinaran kekuatannya akan berkurang. Rayon viskosa cepat rusak oleh asam dibandingkan dengan kapas, terutama dalam keadaan panas. Rayon viskosa tahan terhadap pelarut-pelarut, Sedangkan jamur akan menyebabkan kekuatannya berkurang serta berwarna lebih kusam.

(b) Rayon Kupramonium
      Rayon kupramonium adalah selulosa yang di generasi, maka sifatnya dalam banyak hal sama dengan rayon viskos. Perbedaan sifat-sifatnya antara rayon kupramonium sangat halus, lebih mulur diwaktu basah dibanding waktu kering, bahan mudah terbakar, dan kekuatannya berkurang oleh sinar matahari. Rayon kupramonium kebanyakan digunakan untuk busana pesta anak wanita, karena kain bermutu tinggi dengan kehalusan filamennya member sifat lemas dan drape yang baik.



2.   Polimer Sintesis 
      Polimer sintetis yaitu SERAT yang dibuat dari polimer-polimer buatan. Polimer sintesis diantaranya poliamida (Nylon) dan poliester.

(a) Poliamida (Nylon)
      Polimida (Nylon) merupakan SERAT yang kuat. Sifat-sifat Nylon adalah kuat dan tahan gesekan , daya mulurnya besar apabila diregang sampai 8 %, benang akan kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang bentuk akan berubah, elastis, tidak mengisap uap air panas atau bahan tekstil mudah kering, sehingga Nylon akan baik digunakan untuk pakaian bepergian, dan pakaian dalam anak karena ringan dan cepat kering.

(b) Poliester
    Kain-kain yang dibuat dari poliester mempunyai sifat cepat kering, kuat dan dapat berbentuk seperti SERAT alam. SERAT-SERAT poliester bisa dicampur dengan SERAT-SERAT katun, wol, rayon, dan sutera. Poliester memiliki sifat yang baik, yaitu sifat tahan kusut, dan dimensi yang stabil. Untuk pakaian ringan/tipis, poliester sangat baik jika dicampur dengan kapas.

    Serat poliester dapat menghasilkan kain yang tipis atau tebal dengan cara menenun atau merajut sesuai dengan kebutuhan, jika menghendaki kain yang terasa sejuk atau hangat, poliester dapat dicampur dengan katun atau rayon, disebut dengan TC dan TR, yang digunakan sebagai seragam sekolah anak.

(c) Serat akrilat
     Sifat akrilat yang menonjol adalah mempunyai berat jenis rendah dan daya ruwah (bulking power) yang sangat besar, sehingga SERAT tersebut sering diberi julukan hangat tak berbobot (Warmth Without Weight). SERAT akrilat di gunakan sebagai pengganti wol pada busana anak. Keberhasilan SERAT akrilat terutama pada penggunaan sebagai SERAT stapel yang dapat menyerupai sifat wol. Untuk pakaian terasa lebih lembut, lebih ringan dan tidak gatal seperti sifat SERAT wol, tidak mengempa (non felt), mudah dicuci atau dirawat menjadikan SERAT ini saingan dari SERAT wol.

Tuesday, 26 July 2016

Serat yang Berasal dari Hewan

Serat alam meliputi serat yang dihasilkan oleh tanaman, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini dapat mengalami pelapukan.
Serat alam dapat digolongkan kedalam:

  • Serat tumbuhan: biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. (baca jenis-jenis serat tumbuhan: disini
  • Serat kayu, berasal dari tumbuhan berkayu.
  • Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang dimanfaatkan oleh manusia adalah bulu domba (wol), kulit, bulu, dan sutera
  •  Serat mineral, umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral   yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang.  (Baca jenis-jenis serat mineral disini)
Berikut merupakan jenis-jenis serat yang berasal dari hewan:
1)             Wol
Serat wol tumbuh dari kulit domba dan merupakan serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya. Serat wol terdiri dari protein. Tampilan serat bervariasi tergantung pada jenis domba. Serat yang lebih halus, lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus. Serat yang lebih tebal dan kurang hangat memiliki lebih sedikit sisik dan kasar. Biasanya, serat wol yang lebih baik dengan sisik yang lebih halus tampak kusam daripada kualitas serat berkualitas buruk yang memiliki lebih sedikit sisik.

Karakteristik
·         Tampak berkerut
·         Elastis
·         Higroskopis, mudah menyerap kelembaban
·         Menyatu pada suhu lebih tinggi daripada kapas
·         Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran lebih rendah
·         Tahan terhadap listrik statis
Aplikasi
·         Pakaian – jaket, jas, celana, baju hangat, topi dan sebagainya
·         Selimut, karpet, bulu kempa dan pelapis
·         Karpet kuda, kain pelana



2)               Serat Sutera
Serat sutera berasal dari air liur ulat sutera saat menjadi kepompong. Jenis kain sutera memiliki daya jual yang tinggi, karena memiliki kilau dan kehalusan yang tidak dimiliki serat lain. Kekuatan serat suterapun baik namun dalam keadaan basah kekuatan serat sutera berkurang 15%. Serat sutera memiliki ciri – ciri fisik licin, berkilau, lembut, kenyal, kuat dan dapat menyesuaikan diri dengan temperatur udara yang ada. Jika dijadikan sebuah pakaian, serat sutera akan terasa dingin dan dapat menyerap keringat dengan baik. Namun serat sutera dapat berubah warna menjadi kuning jika terlalu banyak terpapar cahaya matahari. Serat sutera juga tidak tahan panas dan asam namun tahan terhadap ngengat.
Karakteristik
·         Berkilau, tekstur halus dan lembut dan tidak licin
·         Ringan, kuat, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya ketika basah
·         Elastisitas sedang hingga buruk. Jika dipanjangkan, tetap meregang
·         Dapat melemah jika terkena terlalu banyak sinar matahari
·         Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
·         Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
Aplikasi
·         Kemeja, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas
·         Pakaian dalam wanita, piyama, jubah, setelan pria dan baju musim panas
·         Banyak aplikasi untuk furnishing
·         Pelapis jok, penutup dinding, dan hiasan dinding


3)        Kulit

Dalam aspek tata busana dan produk hewan, kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian, interior kendaraan, furnitur, sampul buku, bedug, dan sebagainya.
Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.
Kulit kangguru bersifat kuat, fleksibel, ringan, dan anti abrasi, sering digunakan sebagai bahan pembuat cambuk dan jaket pengguna sepeda motor. Sepatu sepak bola, dan sarung tinju.


Pedang tradisional Jepang Katana menggunakan kulit ikan pari (khususnya subordo Myliobatoidei) pada pegangannya



4) Serat Alpaca 

Serat alpaca merupakan serat alami yang didapatkan dari alpaka, yang merupakan hewan unik  termasuk ke dalam keluarga unta dan menyerupai llama. Serat alami ini lembut, tahan lama, mewah dan halus. Dibandingkan dengan wol, serat ini lebih hangat, tidak berduri, dan tidak mengandung lanolin, yang membuatnya menjadi hypoallergenic. 
Alpaka secara alami tahan air dan sulit untuk terbakar. Terdapat dua jenis serat alpaka yakni:
1) Huacaya, alpaca yang tumbuh serat spons lembut, memiliki kerutan alami, sehingga membuat benang elastis ini yang sangat cocok untuk dirajut. 
2) Suri tidak memiliki kerutan dan karenanya lebih cocok untuk barang tenunan. 

Alpaca dibuat menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian yang sangat sederhana dan murah yang dibuat oleh masyarakat adat hingga produk canggih, industri dan mahal seperti pakaian. Pembuatan, pembuatan kartu, pemintalan, proses tenun dan finishing alpaka sangat mirip dengan proses yang digunakan untuk wol.

Friday, 22 July 2016

Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia

Karya kerajinan tekstil tradisional Indonesia secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut:


  1. Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh seperti kain panjang, kain sarung, dan baju daerah
  2. sebagai alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan
  3. sebagai alat ritual contohnya busana khusus ritual dan tradisi tertentu contonya
a. Kain tenun ulos
b. Kain pembungkus kafan
c. Batik motif 
d, Kain ikat celup Indonesia
e. Kain ceput untuk ritual adat di pulau rusa perinda
f. Kain songket untuk acara pernikahan
g. Kain paleng dari bali untuk acara ritual (pencucian)

Monday, 18 July 2016

Kerajinan Tekstil Indonesia












KERAJINAN TEKSTIL DAERAH
INDONESIA

TEKSTIL LOMBOK
Keunikan kain tenun lombok ini dapat dilihat dari berbagai motif digunakan untuk mempercantik hasil tenunan yang masih menggunakan ATBM [Alat Tenun Bukan Mesin]. Motif dengan ornamen garis simetris, segi empat, tumbuhan, burung, binatang, zig zag, dan yang lainnya, tersusun secara berderet, atau selang-seling.
PANDAI SIKEK (SUMATERA BARAT)
Pandai Sikek merupakan salah satu nagari di Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat. Nagari ini telah dikenal dengan kekhasan motif songket yang dimilikinya sejak masa lampau. Kekhasan motif tersebut diwariskan secara turun temurun sehingga tetap lestari hingga kini. Karena kekayaan tradisi tenun songket yang amat kuat, Pemerintah RI mengabadikan eksistensi tenun songket dari Pandai Sikek sebagai gambar pada mata uang pecahan Rp5.000.
TEKSTIL NTT
Kain tenun NTT merupakan warisan yang masih hidup dan diturunkan dari generasi ke generasi, memberikan komunitas dan kelompok rasa identitas dan keberlangsungan.

TEKSTIL ACEH
Batik Aceh mengeluarkan warna-warna yang cenderung berani, merah, hijau, kuning, merah muda. Salah satu kerajinan khas aceh ini biasanya  memiliki motif batik Aceh yang tertera pada kain melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif pintu misalnya, menunjukkan ukuran tingi pintu yang rendah.
KERAWANG GAYO (ACEH)
Kerawang Gayo merupakan sebuah simbol kemegahan masyarakat Gayo. Agama, adat istiadat, kehidupan, sosial dan budaya. Masyarakat Gayo tetap menjaga kelestarian kerawang Gayo. Walau saat ini nyaris tidak ada pengembangan secara khusus, kecuali hanya dari sebagian masyarakat yang peduli. Kerawang Gayo merupakan sebuah simbol kemegahan masyarakat Gayo. Agama, adat istiadat, kehidupan, sosial dan budaya. Masyarakat Gayo tetap menjaga kelestarian kerawang Gayo.
SONGKET BATAK
Ulos adalah kain tradisional dari daerah Batak dan juga merupakan salah satu kerajinan tradisional khas Batak. Entah kapan masyarakat Batak mulai membuat Ulos.  Konon, Ulos telah menjadi kerajinan khas Batak sejak dulu. Bahkan sebelum mereka mengenal produk tekstil, Ulos sudah dijadikan pakaian keseharian.
BATIK RIAU
Batik Riau memakai motif tempatan (motif khas Riau), tentu saja pengembangan ini menjadi khasanah batik tanah air semakin berlimpah. Motif Batik Riau kebanyakan bertema tumbuh-tumbuhan seperti Tampuk Manggis, Bunga Hutan, Kipas Lingga, Kasih Tak Sampai, Kuntum Bersanding dan lain sebagainya.
BATIK LAMPUNG
Keunikan Batik Lampung antara lain adalah dari motif yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan India, motif Buddha sangat kental di dalamnya. Diantara berbagai motif yang umum di terapkan dan di kenal dalam Batik Lampung, Motif yang paling terkenal adalah motif perahu dan pohon hayat atau pohon kehidupan. Dua motif ini menjadi ciri khas bagi kebudayaan Lampung di mata dunia internasional.
BATIK JAMBI
Pada masa Kesultanan Melayu Jambi, Batik Jambi sudah dibuat dengan motif khas fauna dan flora untuk keperluan keluarga dan lingkungan Kesultanan. Saat itu, perdagangan dan produksi Batik Jambi masih terbatas. Batik Jambi merupakan hasil kerajinan yang tidak dapat dimiliki sembarang orang dan hanya dimiliki masyarakat yang mempunyai tingkat kehidupan sosial tinggi,

BATIK BETAWI
Nama Nusa Kelapa ini diberikan oleh leluhur masyarakat Betawi yang kini dijadikan salah satu motif Batik Betawi. Selain itu, bagi orang Betawi, daun kelapa merupakan simbol upacara adat Betawi.

BATIK YOGYAKARTA
Batik Yogyakarta ini  mulai ada sejak abad ke-18 tepatnya pada tahun 1755, ada beberapa warna ciri khas dari batik kash yogyakarta misalnya dari segi warna yang lebih dominan warna alami dan cenderung gerdapat  corak hitam dan putih disebut mori dengan beragam warna putih, biru tua kehitaman dan coklat saga.
BATIK MALUKU
Batik Maluku memiliki ciri khas yaitu bermotif pala, cengkih, parang, dan salawaku (senjata khas Maluku) serta jenis alat musik tifa totobuang. Motif Batik Maluku yaitu motif cengkeh gugur, motif khas pulau Seram, alat musik, debur ombak dan budaya Maluku. Warna juga beragam dari warna yang terang, kalem, biru laut, bahkan gelap. Kain yang digunakan juga beragam yaitu kain katun dan sutra.



DIKUTIP DARI :

https://fitinline.com/article/read/batik-jambi
http://talia-fauzia.blogspot.co.id/2011/02/kain-tenun-indonesia.html
http://www.kerajinan.id/1257/polemik-di-balik-keindahan-batik-lampung.html
https://fitinline.com/article/read/batik-betawi
https://fitinline.com/article/read/batik-khas-maluku

http://www.javamediabisnis.com/ciri-batik-yogyakarta/