Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Wednesday, 30 August 2017

Biografi RA Kartini lengkap

Biografi R.A Kartini - Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia


Biografi R.A Kartini. Tokoh wanita satu ini sangat terkenal di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai R.A Kartini, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita kala ia hidup.

Mengenai Biografi dan Profil R.A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.

Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan.

Ibu kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.

Ibu R.A Kartini yaitu M.A. Ngasirah sendiri bukan keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa saja, oleh karena itu peraturan kolonial Belanda ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga, hingga akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.


R.A Kartini Bersama Saudara-Saudaranya

R.A Kartini sendiri memiliki saudara berjumlah 11 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Beliau sendiri merupakan anak kelima, namun ia merupakan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, R.A Kartini juga berhak memperoleh pendidikan.

Ayahnya kemudian menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Disinilah Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk 'dipingit'.

Pemikiran-Pemikiran R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita
Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda. Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca.

Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.

...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu - (R.A Kartini)."
Ketertarikannya dalam membaca kemudian membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan, R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita melihat perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi.

Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Surat-surat yang kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi dimana ia melihat contoh kebudayaan jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan pribumi ketika itu. Ia juga mengungkapkan dalam tulisannya bahwa ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju.

Kartini menuliskan penderitaan perempuan di jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntuk ilmu atau belajar, serta adanya adat yang mengekang kebebasan perempuan.

Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme.

Kartini juga menyinggung tentang agama, misalnya ia mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami, dan mengapa mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.

Teman wanita Belanda nya Rosa Abendanon, dan Estelle "Stella" Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A Kartini. Sejarah mengatakan bahwa Kartini diizinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang guru sesuai dengan cita-cita namun ia dilarang untuk melanjutkan studinya untuk belajar di Batavia ataupun ke Negeri Belanda.

Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melanjutanya cita-citanya baik belajar menjadi guru di Batavia atau pun kuliah di negeri Belanda meskipun ketika itu ia menerima beasiswa untuk belajar kesana sebab pada tahun 1903 pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri.

Meskipun begitu, suami R.A Kartini memahami apa yang menjadi keinginan R.A KArtini sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama yang kemudian berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka.

Pernikahan R.A Kartini Hingga Wafatnya
Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, R.A Kartini kemudian melahirkan anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904, Namun miris, beberapa hari kemudian setelah melahirkan anaknya yang pertama, R.A Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang masih sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Berkat perjuangannya kemudian pada tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Sekolah tersebut kemudian diberi nama "Sekolah Kartini" untuk menghormati jasa-jasanya. Yayasan Kartini ini keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis di era kolonial Belanda.

Terbitnya Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'

Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'
Sepeninggal R.A Kartini, kemudian seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.

Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul 'Door Duisternis tot Licht' yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini.

Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini kemudian banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda sebab yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.

Pemikirannya banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman yang kemudian menbuat lagu yang berjudul 'Ibu Kita Kartini'.

Presiden Soekarno sendiri kala itu mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini, yakni pada tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang ini. 

Munculnya Perdebatan Surat-Surat Yang Ditulis Oleh Kartini.
Banyak perdebatan serta kontrovesi mengenai surat-surat yang ditulis oleh Kartini,  sebab hingga saat ini sebagian besar naskah asli surat Kartini tak diketahui keberadaannya. jejak keturunan J.H. Abendanon pun sulit untuk dilacak oleh Pemerintah Belanda. Banyak kalangan yang meragukan kebenaran dari surat-surat Kartini.

Ada yang menduga bahwa J.H. Abendanon, melakukan rekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini didasarkan pada buku Kartini yang terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda ketika itu, dimana J.H Abendanon sendiri termasuk yang memiliki kepentingan dan mendukung pelaksanaan politik etis dan kala itu ia juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda ketika itu.

Selain itu penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga banyak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya bersama dengan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih, sebab masih ada pahlawan wanita lain yang tidak kalah hebat perjuangannya dengan Kartini seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain. Menurut sebagian kalangan, wilayah perjuangan Kartini itu hanya di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah kolonial.

Buku-Buku R.A Kartini

  • Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
  • Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer)
  • Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
  • Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.
Keturunan R.A Kartini Hingga Saat Ini
Seperti diketahui sebelum wafat R.A Kartini mempunyai seorang anak bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Anak Kartini yakni Soesalit Djojoadhiningrat sempat menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang. Ia kemudian mempunyai anak bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit (cucu R.A Kartini) yang kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.

Dari hasil pernikahannya tersebut, beliau mempunyai lima orang anak bernama (Cicit R.A Kartini) yang masing-masing bernama RA. Kartini Setiawati Soesalit, kemudian RM. Kartono Boediman Soesalit, RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.

Film Kartini
Kisah dari perjuangan dari R.A Kartini sudah pernah diangkat ke layar lebar. Tercatat sudah ada tiga film yang mengangkat mengenai sosok dari RA Kartini seperti film berjudul R.A Kartini yang dibuat pada tahun 1984 yang menceritakan kartini memperjuangkan emansipasi kaum wanita pada masanya, kemudian ada juga film yang berjudul Surat Cinta Kartini yang dibuat pada tahun 2016 dan yang terbaru berjudul Kartini sebuah film dirilis pada bulan april 2017 yang mengisahkan sosok Kartini. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan sosok kartini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.





Monday, 24 April 2017

CONTOH MAKALAH HIGIENE PANGAN DAN SANITASI MAKANAN


Download versi .doc LINK

Wednesday, 19 April 2017

Permohonan Beasiswa Lanjutan

Link Download dalam bentuk microsoft word di link ini

FORMAT SURAT PERNYATAAN TIDAK MENERIMA BEASIWA DARI PIHAK LAIN

File dalam bentuk word dapat diunduh di : link ini


SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                                              :  ………………………….
NIM                                                :  ………………………
Tempat/Tanggal Lahir                    : …………………..
                                                          ……………… 
Perguruan Tinggi/Fakultas/Prodi   : ……………………..
Alamat                                            : …………………….
HP                                                  : …………………
Alamat E-mail                                : ………………..

Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak menerima beasiswa dari sumber lain, baik yang berasal dari Lembaga/Instansi/Yayasan manapun.
Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh kesadaran, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Saya bersedia mengembalikan dana yang telah saya terima, dan menerima sanksi akademik serta sanksi hukum apabila saya terbukti juga menerima beasiswa dari sumber dana yang lain.
Demikian pernyataan ini saya buat sebagai persyaratan untuk menerima beasiswa lanjutan pada Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh.
…………………,……………………

Yang Membuat Pernyataan,




………………………………….

NIM :     ……………

Tuesday, 4 April 2017

INFO LOMBA APRIL-DESEMBER

Hallo guys, kebetulan baru-baru dapat info dari beberapa grup line yang isinya perlombaan-perlombaan yang diadakan oleh pemerintah, deadlinenya april sampai desember 2017. Peserta lomba bervariasi mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, dan umum. Check and grab it fast guyss! Asah kemampuan menulis, beropini dan pengalaman kamu dalam mengikuti lomba 
Gratis~~~
1. Lomba Karya Ilmiah dari Bank BI 2017, Hadiah 92.5 Jt,
Deadljne29 Sepetember 2017
(Link here)

2. Lomba Menulis Artikel Jurnalistik 2017 dari Kementrian Keuangan
Deadline 3 Mei 2017
(Link Here)

3. Lomba Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2017 (Hadiah 150,5 Jt)
Deadline 2 Mei 2017
(Link Here)

4. Lomba Menulis Feature, Opini, dan Berita 2017 dari Kemendikbud (Hadiah 226 Jt)
Deadline 21 Juni 2017
(Link Here)

5. SEALS 2017 (Southeast Asia Leaders Summit 2017),
Deadline 14 April 2017
(Link Here) 

6. Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dari LIPI dan Pemda Aceh (Daftar Gratis),
Deadline 5 Juni 2017
(Link Here)

7. Lomba Karya Ilmiah remaja (LKIR) 2017 dari LIPI
Deadline 20 Agustus 2017
(Link Here)

8. Lomba Karya Tulis OJK 2017, Hadiah 87,5 Jt
Deadline 20 Mei 2017
(Link Here) 

9. Lomba Opini, Artikel, dan Featunes 2017 dari Kemendikbud (Hadiah 111 Jt)
Deadline 20 April 2017
(Link Here) 

10. Lomba Menulis Artikel 2017 dari BKPM (Gratis, Hadiah Total 52, 5 Jt),
Deadline 10 April 2017
(Link Here)
Sumber @informasilomba

Saturday, 1 April 2017

Alat Musik Tradisional Beserta Gambarnya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni, budaya dan bahasa. Setiap provinsi di Indonesia memiliki keunikannya tersendiri. Kali ini saya akan membagikan ragam alat musik yang ada di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Ini dibuat untuk memudahkan siswa-siswi mengenali bermacam-macam alat musik khas daerah tersebut.


Indonesia is a country which has a variety of arts, cultures, and languages. Each province in Indonesia has its own unique. In this occation, I am going to share with you a various types of music Instrument of Indonesia, from Aceh to Papua. I create this post to make students familiar with those music instruments.

Untuk mendownloadnya dalam microsoft word, agar mudah diprint : klik link ini
file tambahan  disini dan disini

to download to in Microsoft word file (.doc), click here
and additional files  here dan here

ALAT MUSIK KHAS INDONESIA

1.      Daerah Istimewa Aceh

Description: Alat Musik Serune Kalee
serune kalee
2.      Sumatera Utara
Description: Alat Musik panggora
panggora
3.       Sumatera Barat
Description: Alat Musik saluang
saluang
4.       Riau
Description: Alat Musik gambus riau
gambus
5.       Kepulauan Riau
Description: Alat Musik dambus
dambus
6.       Jambi
Description: Alat Musik serangko dan serdan
serangko & serdan
7.       Kep. Bangka Belitung

Description: Alat Musik gendang melayu
gendang melayu
8.       Bengkulu
Description: Alat Musik doll
doll
9.       Sumatera Selatan
Description: Alat Musik akordeon
akordeon
10.   Lampung
Description: Alat Musik bende
bende
11.   Banten
Description: Alat Musik gendang banten
gendang / kendang
12.   Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Description: Alat Musik tehyan
tehyan
13.   Jawa Barat
Description: Alat Musik angklung
angklung
14.   Jawa Tengah
Description: Alat Musik gamelan
gamelan
15.   Daerah Istimewa Yogyakarta
Description: Alat Musik gendang yogya
gendang
16.   Jawa Timur
Description: Alat Musik bonang
bonang
17.   Bali
Description: Alat Musik cengceng
cengceng
18.   Nusa Tenggara Barat
Description: Alat Musik serunai
Serunai


19.   Nusa Tenggara Timur
Description: Alat Musik sasando
Description: Alat Musik tumasasando
20.   Kalimantan Barat










                                                                                                                        Tuma

21.   Kalimantan Tengah
Description: Alat Musik japen
japen
22.   Kalimantan Utara
Description: Alat Musik babun
babun
23.  Kalimantan Timur
Description: Alat Musik sampe
sampe
24.   Kalimantan Selatan
Description: Alat Musik panting
panting
25.   Sulawesi Barat
Description: Alat Musik kecapi
kecapi
26.   Sulawesi Selatan
Description: Alat Musik keso
keso-keso
27.   Sulawesi Tenggara
Description: Alat Musik ladolado
ladolado
28.   Sulawesi Tengah
Description: Alat Musik ganda
ganda
29.   Sulawesi Utara
Description: Alat Musik Kolintang
kolintang
30.   Gorontalo
Description: Alat Musik ganda gorontalo
ganda
31. Maluku
Description: Alat Musik nafiri
nafiri
32. Maluku Utara
Description: Alat Musik Fu
fu
33. Papua Barat
Description: Alat Musik guoto
guoto