Mengingat banyaknya jenis bahan yang beredar dipasar, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan bahan asli dan bahan tiruan yaitu:
A) DENGAN MIKROSKOP
Bila dilihat dengan mikroskop maka struktur beberapa serat tekstil adalah sebagai berikut :
· Serat kapas seperti pita pipih yang berpilin
· Serat lenan seperti pita yang beruas-ruas
· Serat wol seperti pita yang bersisik
· Serat sutera seperti pita ang bergaris
· Serat sintetis seperti pita dengan tepi yang lurus
B) TES PEMBAKARAN
Bila dilakukan tes pembakaran maka diketahui bahwa:
· Jika dibakar serat kapas dan lenan akan berbau kertas terbakar karena berasal dari selulosa. Setelah nyala api padam terlihat baranya merambat sepanjang benang yang tidak terbakar dan yang terbakar akan menjadi abu.
· Serat wol nyala apinya kecil, berbau tanduk atau rambut terbakar. Meninggalkan gumpalan yang berbentuk arang dan membulat.
· Serat sutera, nyala apinya kecil dan baunya seperti bau wol terbakar. Abunya seperti pada pembakaran wol dan berwarna hitam, mengkilat dan mempunyai gumpalan dan arang.
· Serat sintetis, karena cara pembuatan serat sintetis bermacam-macam maka setelah dibakar maka hasilnya juga berlainan. Beberapa diantaranya ada yang apinya bernyala besar dan ada pula yang tidak ada sama sekali. Beberapa diantaranya ada yang berbau seperti wol, kapas dan sutera. Kadang-kadang meninggalkan abu yang besar dan berwarna hitam dan ada juga yang berbentuk arang yang keras atau sukar dipecah.
C) TES KIMIA
Pemeriksaan dengan tes kimia dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
· Dengan soda api
Serat yang berasal dari serat binatang seperti wol dan sutera akan larut dalam soda api sedangkan serat yang lain tidak.
· Dengan asam garam (asam klorida)
Sutera akan larut dalam asam klorida sedangkan wol tidak, tetapi mengembang dalam larutan tersebut. Serat sintetis akan menimbulkan bermacam-macam reaksi tergantung proses pembuatannya. Kapas dan lenan tidak larut dalam larutan ini.
· Dengan asam sulfat
Serat yang berasal dari serat binatang tidak larut dalam larutan asam sulfat sebaliknya serat tumbuhan larut dalam asam sulfat.
· Dengan tinta
Sebelum diuji dengan tinta bahan kapas dan lenen di cuci dan dikeringkan terlebih dahulu. Pada bahan lenen tinta akan cepat meresap dan membentuk bekas berupa lingkaran sedangkan kapas meresap secara perlahan-lahan dan membentuk bekas gambar yang tidak beraturan.
· Dengan minyak zaitun
Pada bahan kapas akan terlihat transparan bila ditetesi dengan minyak zaitun sedangkan pada bahan lenan tidak kelihatan. Agar tidak tertipu atau salah dalam membeli bahan, ada beberapa hal harus diketahui konsumen dalam pemilihan tekstil diantaranya adalah :
Showing posts with label serat hewan. Show all posts
Showing posts with label serat hewan. Show all posts
Sunday, 30 July 2017
Thursday, 27 July 2017
SERAT MINERAL
Serat mineral merupakan serat (fiber) yang berasal dari minera. terdapat beberapa jenis mineral yang dapat diolah dan digunakan sebagai serat, diantaranya adalah:
Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
Serat karbon
Serat Asbes
Asbes adalah nama sekelompok mineral berserat dengan serat terpisah, panjang, dan tipis. Serat asbes mempunyai potensi kuat untuk dapat terlepas di udara. Serat asbes bersifat tahan panas, sehingga banyak digunakan untuk keperluan industri. Karena daya tahan mereka, serat asbes yang masuk ke jaringan paru-paru akan tetap untuk bertahan didalam paru-paru dalam jangka waktu lama.
Secara umum terdapat dua jenis asbes, amphibole dan chrysotile. Beberapa studi menunjukkan bahwa serat amphibole mempunyai kemampuan lebih lama tinggal di paru-paru l daripada chrysotile. Berdasarkan kecenderungan, sehingga jenis ini bahan ini bersifat toksis bagi tubuh .
Nama asbes berasal dari kata Yunani “Asbestcs” yang berarti dapat dibakar. Asbes dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu :
1. Asbes amphibole
2. Asbes serpentine
Rusia adalah negara penghasil asbes terbesar. Asbes berasal dari perubahan bentuk atau proses transformasi batu-batu karang. Batu ini tersusun dari zat-zat besi, magnesium dan silikat. Batu tersebut terletak jauh dipermukaan tanah dan dipengaruhi oleh tekanan tinggi dan air panas yang mengandung garam-garam dan karbondioksida terlarut. Serat asbes sedikit menyerap air. Asbes sangat tahan panas dan api. Asbes merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Asbes sangat tahan terhadap gesekan dan tahan cuaca. Asbes pun bersifat menyerap suara terutama untuk frekwensi tinggi. Saat ini asbes tidak lagi digunakan sebagai serat pakaian, karena faktor ekonomi dan kesehatan.
1) Kaca serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa
Kaca serat (Bahasa Inggris: fiberglass) atau sering diterjemahkan menjadi serat gelas adalah kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0,005 mm – 0,01 mm. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, yang kemudian diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi untuk digunakan sebagai badan mobil dan bangunan kapal. Dia juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik; material komposit yang dihasilkan dikenal sebagai plastik diperkuat-gelas (glass-reinforced plastic, GRP) atau epoxy diperkuat glass-fiber (GRE), disebut “fiberglass” dalam penggunaan umumnya. Pembuat gelas dalam sejarahnya telah mencoba banyak eksperimen dengan gelas giber, tetapi produksi masal dari fiberglass hanya dimungkinkan setelah majunya mesin.
Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
Serat logam adalah serat buatan yang dibuat dari logam. Serat logam sudah lama digunakan. Serat logam menghasilkan benang logam yang digunakan sebagai bahan penghias tekstil, baik tekstil untuk keperluan rumah tangga maupun pakaian.
Serat logam lebih banyak digunakan untuk membuat bermacammacam jenis benang, seperti, benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada pula benang logam yang dilapisi dengan plastik. Apabila benang logam tersebut akan di tenun, sebaiknya di gabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam tersebut memiliki sifat kaku dan sukar dipelihara.
Benang logam ini banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti:borkat, lame, tenunan songket yang ditemukan diseluruh daerah Indonesia antara lain: songket pandai sikek, songket silungkang, songket kubang, songket palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.
Serat logam lebih banyak digunakan untuk membuat bermacammacam jenis benang, seperti, benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada pula benang logam yang dilapisi dengan plastik. Apabila benang logam tersebut akan di tenun, sebaiknya di gabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam tersebut memiliki sifat kaku dan sukar dipelihara.
Benang logam ini banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti:borkat, lame, tenunan songket yang ditemukan diseluruh daerah Indonesia antara lain: songket pandai sikek, songket silungkang, songket kubang, songket palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.
Serat karbon merupakan salah satu bentuk material komposit. Material komposit, yang diambil dari istilah Bahasa Inggris composition materials atau dipendekkan menjadi composite materials, adalah suatu material yang dibuat dari dua atau lebih material penyusun yang saling memiliki perbedaan sifat fisik dan kimia, yang jika dikombinasikan akan menghasilkan material berkarakteristik berbeda dengan material-material penyusunnya. Komposit serat karbon merupakan salah satu jenis material komposit yang menggunakan fiber karbon sebagai salah satu penyusunnya.
Material komposit tersusun atas dua komponen utama yakni matriks dan material penguat (reinforcement). Fiber karbon bertugas sebagai material penguat pada komposit serat karbon. Sedangkan untuk matriksnya biasanya dipergunakan resin polimer semacam epoxy. Matriks resin ini berfungsi untuk mengikat material-material penguat. Dikarenakan serat karbon hanya tersusun oleh dua material tersebut maka sifat-sifat serat karbon juga hanya ditentukan oleh kedua material ini.
Sifat dari karbon fiber dipengaruhi oleh beberapa faktor. Satu faktor yang paling utama adalah arah atau alur serat karbon. Berbeda dengan material logam, karbon fiber khususnya dan material komposit lain pada umumnya, disebut sebagai material anisotropik. Maksudnya adalah sifat properti material ini dipengaruhi oleh bentuk dan arah serat penyusunnya. Sehingga kekuatan karbon fiber sangat bergantung terhadap bentuk dan arah serat karbon penyusunnya. Di sisi lain, material-material semacam logam, plastik, dan berbagai macam lainnya memiliki sifat yang tetap sekalipun bentuk dan arah butir-butir molekulnya berbeda-beda. Karena itulah material-material ini disebut material isentropik.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi sifat-sifat karakteristik karbon fiber:
- Tipe serat karbon dan resin yang digunakan.
- Rasio campuran serat karbon dan resin.
- Bentuk serat karbon: searah, bersilangan, berkaitan, atau tidak tentu.
- Kualitas serat: distribusi serat yang merata, ada tidaknya celah.
Serat Asbes
Asbes adalah nama sekelompok mineral berserat dengan serat terpisah, panjang, dan tipis. Serat asbes mempunyai potensi kuat untuk dapat terlepas di udara. Serat asbes bersifat tahan panas, sehingga banyak digunakan untuk keperluan industri. Karena daya tahan mereka, serat asbes yang masuk ke jaringan paru-paru akan tetap untuk bertahan didalam paru-paru dalam jangka waktu lama.
Secara umum terdapat dua jenis asbes, amphibole dan chrysotile. Beberapa studi menunjukkan bahwa serat amphibole mempunyai kemampuan lebih lama tinggal di paru-paru l daripada chrysotile. Berdasarkan kecenderungan, sehingga jenis ini bahan ini bersifat toksis bagi tubuh .
Nama asbes berasal dari kata Yunani “Asbestcs” yang berarti dapat dibakar. Asbes dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu :
1. Asbes amphibole
2. Asbes serpentine
Rusia adalah negara penghasil asbes terbesar. Asbes berasal dari perubahan bentuk atau proses transformasi batu-batu karang. Batu ini tersusun dari zat-zat besi, magnesium dan silikat. Batu tersebut terletak jauh dipermukaan tanah dan dipengaruhi oleh tekanan tinggi dan air panas yang mengandung garam-garam dan karbondioksida terlarut. Serat asbes sedikit menyerap air. Asbes sangat tahan panas dan api. Asbes merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Asbes sangat tahan terhadap gesekan dan tahan cuaca. Asbes pun bersifat menyerap suara terutama untuk frekwensi tinggi. Saat ini asbes tidak lagi digunakan sebagai serat pakaian, karena faktor ekonomi dan kesehatan.
SERAT (SERAT ALAMI DAN SERAT SINTETIS/BUATAN)
SERAT
Serat adalah suatu jenis bahan
berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.
Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Material ini
sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat
dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk membuat tali,
kain, atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami
dan serat sintetis (serat buatan manusia). Serat sintetis dapat diproduksi
secara murah dalam jumlah yang besar. Namun, serat alami memiliki berbagai
kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar
dibawah, berdasarkan asal bahan, serat dikelompokkan kedalam 2 bagian, serat
alam dan serat buatan.
A.
SERAT ALAM
Serat alam menurut Jumaeri,
(1977:5), yaitu “Serat yang langsung diperoleh di alam. Serat merupakan bahan
baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam
pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting, sebab :
- Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang
dihasilkan.
- Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik
pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.
Serat alam dikenal orang sejak
ribuan tahun sebelum Masehi seperti pada tahun 2.640 SM negara Cina sudah
menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di
India, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol
mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 3000 SM. Selama ribuan tahun
serat flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusia paling banyak.
Pada awal abad ke 20 mulai diperkenalkan serat buatan hingga sekarang
bermacam-macam jenis serat buatan diproduksi.
Serat alam sendiri dikelompokkan
kembali menjadi 3 golongan, meliputi serat yang diproduksi oleh
tumbuh-tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini bersifat dapat
mengalami pelapukan. Berikut merupakan penjelasan-penjelasan singkat mengenai
ketiga golongan serat tersebut:
1) Serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Serat Tumbuh-tumbuhan)
Serat tumbuhan biasanya tersusun atas
selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat
jenis ini yaitu katun dan serat rami. Serat
tumbuhan tersebut umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil
yang dapat berasal dari :
-
Batang, seperti
: serat flax (linen), henep, jute, kenaf, sunn, rami, dll
-
Daun, seperti :
abaca (manilla), henequen, sisal, dll
-
Buah, seperti :
serat serabut kelapa
-
Biji, seperti :
serat kapas dan kapuk
Untuk lebih lengkapnya,
silahkan kunjungi : SeratTumbuh-tumbuhan
2) Serat yang berasal dari hewan (Serat Hewan)
Serat hewan atau juga
disebut serat proteina dapat berbentuk staple atau filament staple yang berasal
dari rambut hewan berupa domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan
vicuna. Namun yang paling sering digunakan adalah wol dari bulu domba.
Serat hewan, umumnya
tersusun atas protein tertentu. Sifat umum serat protein adalah sangat mudah
menyerap air (higroscopis) dibanding serat kapas, Jika dilakukan uji pembakaran
akan menimbukan abu hitam rapuh mengarang berkerikil, dan bau pembakarannya
seperti rambut terbakar, nyala apinya cepat terambat.
Untuk lebih lengkapnya,
silahkan kunjungi : Serat Hewan
3) Serat yang berasal dari mineral (Serat Mineral)
Serat
mineral umumnya dibuat sari asbestos, Saat ini asbestos adalah satu-satunya
mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. Selain itu
terdapat jenis-jenis serat mineral lainnya seperti:
-
Kaca
serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa,
-
Serat logam
dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
-
Serat karbon
SERAT BUATAN
Serat buatan menurut Jumaeri, (1979:35), yaitu “serat yang molekulnya disusun secara sengaja oleh manusia. Sifat-sifat umum dari SERAT buatan, yaitu kuat dan tahan gesekan”.
- Rayon
Rayon merupakan SERAT buatan yang paling awal dibuat, memiliki faktor yang terpenting untuk keberhasilan pemasaran SERAT rayon adalah harga yang murah dan dapat dipergunakan untuk membuat kain yang bagus dengan warna menyerupai wol, sutera ataupun linen. SERAT rayon pertama kali dibuat untuk membuat kain pakaian jenis krep atau menyerupai linen. SERAT rayon ada bermacam-macam yaitu SERAT rayon viskos, SERAT rayon kupramonium, SERAT rayon modulus, SERAT rayon kekuatan tinggi, SERAT polinosic. Jenis SERAT rayon yang dapat digunakan sebagai kain untuk busana anak, yaitu SERAT rayon viskosa dan rayon kuproamonium.
(a) Rayon Viskosa
Campuran rayon viskosa dan poliester banyak digunakan sebagai bahan pakaian. Kain-kain yang halus digunakan untuk pakaian dan pakaian dalam. Rayon viskosa tahan terhadap penyetrikaan, tetapi oleh pemanasan yang lama warnanya akan berubah menjadi kuning. Sedangkan oleh penyinaran kekuatannya akan berkurang. Rayon viskosa cepat rusak oleh asam dibandingkan dengan kapas, terutama dalam keadaan panas. Rayon viskosa tahan terhadap pelarut-pelarut, Sedangkan jamur akan menyebabkan kekuatannya berkurang serta berwarna lebih kusam.
(b) Rayon Kupramonium
Rayon kupramonium adalah selulosa yang di generasi, maka sifatnya dalam banyak hal sama dengan rayon viskos. Perbedaan sifat-sifatnya antara rayon kupramonium sangat halus, lebih mulur diwaktu basah dibanding waktu kering, bahan mudah terbakar, dan kekuatannya berkurang oleh sinar matahari. Rayon kupramonium kebanyakan digunakan untuk busana pesta anak wanita, karena kain bermutu tinggi dengan kehalusan filamennya member sifat lemas dan drape yang baik.
2. Polimer Sintesis
Polimer sintetis yaitu SERAT yang dibuat dari polimer-polimer buatan. Polimer sintesis diantaranya poliamida (Nylon) dan poliester.
(a) Poliamida (Nylon)
Polimida (Nylon) merupakan SERAT yang kuat. Sifat-sifat Nylon adalah kuat dan tahan gesekan , daya mulurnya besar apabila diregang sampai 8 %, benang akan kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang bentuk akan berubah, elastis, tidak mengisap uap air panas atau bahan tekstil mudah kering, sehingga Nylon akan baik digunakan untuk pakaian bepergian, dan pakaian dalam anak karena ringan dan cepat kering.
(b) Poliester
Kain-kain yang dibuat dari poliester mempunyai sifat cepat kering, kuat dan dapat berbentuk seperti SERAT alam. SERAT-SERAT poliester bisa dicampur dengan SERAT-SERAT katun, wol, rayon, dan sutera. Poliester memiliki sifat yang baik, yaitu sifat tahan kusut, dan dimensi yang stabil. Untuk pakaian ringan/tipis, poliester sangat baik jika dicampur dengan kapas.
Serat poliester dapat menghasilkan kain yang tipis atau tebal dengan cara menenun atau merajut sesuai dengan kebutuhan, jika menghendaki kain yang terasa sejuk atau hangat, poliester dapat dicampur dengan katun atau rayon, disebut dengan TC dan TR, yang digunakan sebagai seragam sekolah anak.
(c) Serat akrilat
Sifat akrilat yang menonjol adalah mempunyai berat jenis rendah dan daya ruwah (bulking power) yang sangat besar, sehingga SERAT tersebut sering diberi julukan hangat tak berbobot (Warmth Without Weight). SERAT akrilat di gunakan sebagai pengganti wol pada busana anak. Keberhasilan SERAT akrilat terutama pada penggunaan sebagai SERAT stapel yang dapat menyerupai sifat wol. Untuk pakaian terasa lebih lembut, lebih ringan dan tidak gatal seperti sifat SERAT wol, tidak mengempa (non felt), mudah dicuci atau dirawat menjadikan SERAT ini saingan dari SERAT wol.
Tuesday, 26 July 2016
Serat yang Berasal dari Hewan
Serat alam meliputi
serat yang dihasilkan oleh tanaman, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini
dapat mengalami pelapukan.
Serat alam dapat digolongkan kedalam:
- Serat tumbuhan: biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. (baca jenis-jenis serat tumbuhan: disini
- Serat kayu, berasal dari tumbuhan berkayu.
- Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang dimanfaatkan oleh manusia adalah bulu domba (wol), kulit, bulu, dan sutera
- Serat mineral, umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. (Baca jenis-jenis serat mineral disini)
Berikut merupakan jenis-jenis serat yang berasal
dari hewan:
1)
Wol
Serat wol tumbuh dari
kulit domba dan merupakan serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik
pada permukaannya. Serat wol terdiri dari protein. Tampilan serat bervariasi
tergantung pada jenis domba. Serat yang lebih halus, lebih lembut dan lebih
hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus. Serat yang lebih
tebal dan kurang hangat memiliki lebih sedikit sisik dan kasar. Biasanya, serat
wol yang lebih baik dengan sisik yang lebih halus tampak kusam daripada
kualitas serat berkualitas buruk yang memiliki lebih sedikit sisik.
Karakteristik
·
Tampak berkerut
·
Elastis
·
Higroskopis, mudah menyerap kelembaban
·
Menyatu pada suhu lebih tinggi daripada kapas
·
Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran
lebih rendah
·
Tahan terhadap listrik statis
Aplikasi
·
Pakaian – jaket, jas, celana, baju hangat, topi dan sebagainya
·
Selimut, karpet, bulu kempa dan pelapis
·
Karpet kuda, kain pelana
2)
Serat Sutera
Serat sutera berasal dari air liur ulat sutera saat menjadi
kepompong. Jenis kain sutera memiliki daya jual yang tinggi, karena memiliki
kilau dan kehalusan yang tidak dimiliki serat lain. Kekuatan serat suterapun
baik namun dalam keadaan basah kekuatan serat sutera berkurang 15%. Serat
sutera memiliki ciri – ciri fisik licin, berkilau, lembut, kenyal, kuat dan dapat
menyesuaikan diri dengan temperatur udara yang ada. Jika dijadikan sebuah
pakaian, serat sutera akan terasa dingin dan dapat menyerap keringat dengan
baik. Namun serat sutera dapat berubah warna menjadi kuning jika terlalu banyak
terpapar cahaya matahari. Serat sutera juga tidak tahan panas dan asam namun
tahan terhadap ngengat.
Karakteristik
·
Berkilau, tekstur halus dan lembut dan tidak licin
·
Ringan, kuat, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya
ketika basah
·
Elastisitas sedang hingga buruk. Jika dipanjangkan, tetap
meregang
·
Dapat melemah jika terkena terlalu banyak sinar matahari
·
Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
Aplikasi
·
Kemeja, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas
·
Pakaian dalam wanita, piyama, jubah, setelan pria dan baju musim
panas
·
Banyak aplikasi untuk furnishing
·
Pelapis jok, penutup dinding, dan hiasan dinding
3)
Kulit
Dalam
aspek tata busana dan produk hewan, kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan
lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi.
Kulit telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian, interior kendaraan,
furnitur, sampul buku, bedug, dan sebagainya.
Saat
ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan
rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai
lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim
sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular,
kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.
Kulit
kangguru bersifat kuat, fleksibel, ringan, dan anti abrasi, sering digunakan
sebagai bahan pembuat cambuk dan jaket pengguna sepeda motor. Sepatu sepak
bola, dan sarung tinju.
Pedang
tradisional Jepang Katana menggunakan kulit ikan pari (khususnya subordo
Myliobatoidei) pada pegangannya
4) Serat Alpaca
Alpaka secara alami tahan air dan sulit untuk terbakar. Terdapat dua jenis serat alpaka yakni:
1) Huacaya, alpaca yang tumbuh serat spons lembut, memiliki kerutan alami, sehingga membuat benang elastis ini yang sangat cocok untuk dirajut.
2) Suri tidak memiliki kerutan dan karenanya lebih cocok untuk barang tenunan.
Alpaca dibuat menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian yang sangat sederhana dan murah yang dibuat oleh masyarakat adat hingga produk canggih, industri dan mahal seperti pakaian. Pembuatan, pembuatan kartu, pemintalan, proses tenun dan finishing alpaka sangat mirip dengan proses yang digunakan untuk wol.
Subscribe to:
Posts (Atom)












