Showing posts with label serat hewan. Show all posts
Showing posts with label serat hewan. Show all posts

Sunday, 30 July 2017

Cara membedakan Serat Logam Asli dan Tiruan

Mengingat banyaknya jenis bahan yang beredar dipasar, sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membedakan bahan asli dan bahan tiruan yaitu:

A) DENGAN MIKROSKOP
Bila dilihat dengan mikroskop maka struktur beberapa serat tekstil adalah sebagai berikut :
· Serat kapas seperti pita pipih yang berpilin
· Serat lenan seperti pita yang beruas-ruas
· Serat wol seperti pita yang bersisik
· Serat sutera seperti pita ang bergaris
· Serat sintetis seperti pita dengan tepi yang lurus

B) TES PEMBAKARAN

Bila dilakukan tes pembakaran maka diketahui bahwa:
· Jika dibakar serat kapas dan lenan akan berbau kertas terbakar karena berasal dari selulosa. Setelah nyala api padam terlihat baranya merambat sepanjang benang yang tidak terbakar dan yang terbakar akan menjadi abu.

· Serat wol nyala apinya kecil, berbau tanduk atau rambut terbakar. Meninggalkan gumpalan yang berbentuk arang dan membulat.

· Serat sutera, nyala apinya kecil dan baunya seperti bau wol terbakar. Abunya seperti pada pembakaran wol dan berwarna hitam, mengkilat dan mempunyai gumpalan dan arang.
· Serat sintetis, karena cara pembuatan serat sintetis bermacam-macam maka setelah dibakar maka hasilnya juga berlainan. Beberapa diantaranya ada yang apinya bernyala besar dan ada pula yang tidak ada sama sekali. Beberapa diantaranya ada yang berbau seperti wol, kapas dan sutera. Kadang-kadang meninggalkan abu yang besar dan berwarna hitam dan ada juga yang berbentuk arang yang keras atau sukar dipecah.

C) TES KIMIA
Pemeriksaan dengan tes kimia dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

· Dengan soda api
Serat yang berasal dari serat binatang seperti wol dan sutera akan larut dalam soda api sedangkan serat yang lain tidak.
· Dengan asam garam (asam klorida) 
Sutera akan larut dalam asam klorida sedangkan wol tidak, tetapi mengembang dalam larutan tersebut. Serat sintetis akan menimbulkan bermacam-macam reaksi tergantung proses pembuatannya. Kapas dan lenan tidak larut dalam larutan ini.

· Dengan asam sulfat
Serat yang berasal dari serat binatang tidak larut dalam larutan asam sulfat sebaliknya serat tumbuhan larut dalam asam sulfat.

· Dengan tinta
Sebelum diuji dengan tinta bahan kapas dan lenen di cuci dan dikeringkan terlebih dahulu. Pada bahan lenen tinta akan cepat meresap dan membentuk bekas berupa lingkaran sedangkan kapas meresap secara perlahan-lahan dan membentuk bekas gambar yang tidak beraturan.

· Dengan minyak zaitun
Pada bahan kapas akan terlihat transparan bila ditetesi dengan minyak zaitun sedangkan pada bahan lenan tidak kelihatan. Agar tidak tertipu atau salah dalam membeli bahan, ada beberapa hal harus diketahui konsumen dalam pemilihan tekstil diantaranya adalah :

Thursday, 27 July 2017

SERAT MINERAL

Serat mineral merupakan serat (fiber) yang berasal dari minera. terdapat beberapa jenis mineral yang dapat diolah dan digunakan sebagai serat, diantaranya adalah:


1) Kaca serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa


Kaca serat (Bahasa Inggris: fiberglass) atau sering diterjemahkan menjadi serat gelas adalah kaca cair yang ditarik menjadi serat tipis dengan garis tengah sekitar 0,005 mm – 0,01 mm. Serat ini dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain, yang kemudian diresapi dengan resin sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan korosi untuk digunakan sebagai badan mobil dan bangunan kapal. Dia juga digunakan sebagai agen penguat untuk banyak produk plastik; material komposit yang dihasilkan dikenal sebagai plastik diperkuat-gelas (glass-reinforced plastic, GRP) atau epoxy diperkuat glass-fiber (GRE), disebut “fiberglass” dalam penggunaan umumnya. Pembuat gelas dalam sejarahnya telah mencoba banyak eksperimen dengan gelas giber, tetapi produksi masal dari fiberglass hanya dimungkinkan setelah majunya mesin.


Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.


Serat logam adalah serat buatan yang dibuat dari logam. Serat logam sudah lama digunakan. Serat logam menghasilkan benang logam yang digunakan sebagai bahan penghias tekstil, baik tekstil untuk keperluan rumah tangga maupun pakaian.
Serat logam lebih banyak digunakan untuk membuat bermacammacam jenis benang, seperti, benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada pula benang logam yang dilapisi dengan plastik. Apabila benang logam tersebut akan di tenun, sebaiknya di gabung dengan benang dari bahan lain. Hal ini disebabkan benang logam tersebut memiliki sifat kaku dan sukar dipelihara.
Benang logam ini banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti:borkat, lame, tenunan songket yang ditemukan diseluruh daerah Indonesia antara lain: songket pandai sikek, songket silungkang, songket kubang, songket palembang, songket Kalimantan, songket jambi dll.

Serat karbon


Serat karbon merupakan salah satu bentuk material komposit. Material komposit, yang diambil dari istilah Bahasa Inggris composition materials atau dipendekkan menjadi composite materials, adalah suatu material yang dibuat dari dua atau lebih material penyusun yang saling memiliki perbedaan sifat fisik dan kimia, yang jika dikombinasikan akan menghasilkan material berkarakteristik berbeda dengan material-material penyusunnya. Komposit serat karbon merupakan salah satu jenis material komposit yang menggunakan fiber karbon sebagai salah satu penyusunnya.


Material komposit tersusun atas dua komponen utama yakni matriks dan material penguat (reinforcement). Fiber karbon bertugas sebagai material penguat pada komposit serat karbon. Sedangkan untuk matriksnya biasanya dipergunakan resin polimer semacam epoxy. Matriks resin ini berfungsi untuk mengikat material-material penguat. Dikarenakan serat karbon hanya tersusun oleh dua material tersebut maka sifat-sifat serat karbon juga hanya ditentukan oleh kedua material ini.

Sifat dari karbon fiber dipengaruhi oleh beberapa faktor. Satu faktor yang paling utama adalah arah atau alur serat karbon. Berbeda dengan material logam, karbon fiber khususnya dan material komposit lain pada umumnya, disebut sebagai material anisotropik. Maksudnya adalah sifat properti material ini dipengaruhi oleh bentuk dan arah serat penyusunnya. Sehingga kekuatan karbon fiber sangat bergantung terhadap bentuk dan arah serat karbon penyusunnya. Di sisi lain, material-material semacam logam, plastik, dan berbagai macam lainnya memiliki sifat yang tetap sekalipun bentuk dan arah butir-butir molekulnya berbeda-beda. Karena itulah material-material ini disebut material isentropik.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi sifat-sifat karakteristik karbon fiber:
  • Tipe serat karbon dan resin yang digunakan.
  • Rasio campuran serat karbon dan resin.
  • Bentuk serat karbon: searah, bersilangan, berkaitan, atau tidak tentu.
  • Kualitas serat: distribusi serat yang merata, ada tidaknya celah.

Serat Asbes

Asbes adalah nama sekelompok mineral berserat dengan serat terpisah, panjang, dan tipis. Serat asbes mempunyai potensi kuat untuk dapat terlepas di udara. Serat asbes bersifat  tahan panas, sehingga banyak digunakan untuk keperluan industri. Karena daya tahan mereka, serat asbes yang masuk ke jaringan paru-paru akan tetap untuk bertahan didalam paru-paru dalam jangka waktu lama.

Secara umum terdapat dua jenis asbes, amphibole dan chrysotile. Beberapa studi menunjukkan bahwa serat amphibole mempunyai kemampuan lebih lama tinggal di paru-paru l daripada chrysotile. Berdasarkan kecenderungan, sehingga jenis ini bahan ini bersifat toksis bagi tubuh .

Nama asbes berasal dari kata Yunani “Asbestcs” yang berarti dapat dibakar. Asbes dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu :
1. Asbes amphibole
2. Asbes serpentine


Rusia adalah negara penghasil asbes terbesar. Asbes berasal dari perubahan bentuk atau proses transformasi batu-batu karang. Batu ini tersusun dari zat-zat besi, magnesium dan silikat. Batu tersebut terletak jauh dipermukaan tanah dan dipengaruhi oleh tekanan tinggi dan air panas yang mengandung garam-garam dan karbondioksida terlarut. Serat asbes sedikit menyerap air. Asbes sangat tahan panas dan api. Asbes merupakan penghantar listrik yang tidak baik. Asbes sangat tahan terhadap gesekan dan tahan cuaca. Asbes pun bersifat menyerap suara terutama untuk frekwensi tinggi. Saat ini asbes tidak lagi digunakan sebagai serat pakaian, karena faktor ekonomi dan kesehatan.

SERAT (SERAT ALAMI DAN SERAT SINTETIS/BUATAN)

SERAT


Serat adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat pada kain. Material ini sangat penting dalam ilmu Biologi baik hewan maupun tumbuhan sebagai pengikat dalam tubuh. Manusia menggunakan serat dalam banyak hal: untuk membuat tali, kain, atau kertas. Serat dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia). Serat sintetis dapat diproduksi secara murah dalam jumlah yang besar. Namun, serat alami memiliki berbagai kelebihan khususnya dalam hal kenyamanan. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, berdasarkan asal bahan, serat dikelompokkan kedalam 2 bagian, serat alam dan serat buatan.





A.                      SERAT ALAM

Serat alam menurut Jumaeri, (1977:5), yaitu “Serat yang langsung diperoleh di alam. Serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Sebagai bahan baku dalam pembuatan benang dan pembuatan kain, serat memegang peranan penting, sebab :
-       Sifat-sifat serat akan mempengaruhi sifat-sifat benang atau kain yang dihasilkan.
-  Sifat-sifat serat akan mempengaruhi cara pengolahan benang atau kain baik pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Serat alam dikenal orang sejak ribuan tahun sebelum Masehi seperti pada tahun 2.640 SM negara Cina sudah menghasilkan serat sutera dan tahun 1.540 SM telah berdiri industri kapas di India, serat flax pertama digunakan di Swiss pada tahun 10.000 SM dan serat wol mulai digunakan orang di Mesopotamia pada tahun 3000 SM. Selama ribuan tahun serat flax, wol, sutera dan kapas melayani kebutuhan manusia paling banyak. Pada awal abad ke 20 mulai diperkenalkan serat buatan hingga sekarang bermacam-macam jenis serat buatan diproduksi.

Serat alam sendiri dikelompokkan kembali menjadi 3 golongan, meliputi serat yang diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini bersifat dapat mengalami pelapukan. Berikut merupakan penjelasan-penjelasan singkat mengenai ketiga golongan serat tersebut:

1)         Serat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Serat Tumbuh-tumbuhan)
Serat tumbuhan biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. Serat tumbuhan tersebut umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil yang dapat berasal dari :
-    Batang, seperti : serat flax (linen), henep, jute, kenaf, sunn, rami, dll
-    Daun, seperti : abaca (manilla), henequen, sisal, dll
-    Buah, seperti : serat serabut kelapa
-    Biji, seperti : serat kapas dan kapuk

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : SeratTumbuh-tumbuhan

2)       Serat yang berasal dari hewan (Serat Hewan)
Serat hewan atau juga disebut serat proteina dapat berbentuk staple atau filament staple yang berasal dari rambut hewan berupa domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Namun yang paling sering digunakan adalah wol dari bulu domba.
Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Sifat umum serat protein adalah sangat mudah menyerap air (higroscopis) dibanding serat kapas, Jika dilakukan uji pembakaran akan menimbukan abu hitam rapuh mengarang berkerikil, dan bau pembakarannya seperti rambut terbakar, nyala apinya cepat terambat.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : Serat Hewan

3)      Serat yang berasal dari mineral  (Serat Mineral)
Serat mineral umumnya dibuat sari asbestos, Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. Selain itu terdapat jenis-jenis serat mineral lainnya seperti:
-    Kaca serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa,
-    Serat logam dapat dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
-    Serat karbon   


Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi : Serat Mineral


SERAT BUATAN

Serat buatan menurut Jumaeri, (1979:35), yaitu “serat yang molekulnya disusun secara sengaja oleh manusia. Sifat-sifat umum dari SERAT buatan, yaitu kuat dan tahan gesekan”.


  1. Rayon

      Rayon merupakan SERAT buatan yang paling awal dibuat, memiliki faktor yang terpenting untuk keberhasilan pemasaran SERAT rayon adalah harga yang murah dan dapat dipergunakan untuk membuat kain yang bagus dengan warna menyerupai wol, sutera ataupun linen. SERAT rayon pertama kali dibuat untuk membuat kain pakaian jenis krep atau menyerupai linen. SERAT rayon ada bermacam-macam yaitu SERAT rayon viskos, SERAT rayon kupramonium, SERAT rayon modulus, SERAT rayon kekuatan tinggi, SERAT polinosic. Jenis SERAT rayon yang dapat digunakan sebagai kain untuk busana anak, yaitu SERAT rayon viskosa dan rayon kuproamonium.

(a) Rayon Viskosa
     Campuran rayon viskosa dan poliester banyak digunakan sebagai bahan pakaian. Kain-kain yang halus digunakan untuk pakaian dan pakaian dalam. Rayon viskosa tahan terhadap penyetrikaan, tetapi oleh pemanasan yang lama warnanya akan berubah menjadi kuning. Sedangkan oleh penyinaran kekuatannya akan berkurang. Rayon viskosa cepat rusak oleh asam dibandingkan dengan kapas, terutama dalam keadaan panas. Rayon viskosa tahan terhadap pelarut-pelarut, Sedangkan jamur akan menyebabkan kekuatannya berkurang serta berwarna lebih kusam.

(b) Rayon Kupramonium
      Rayon kupramonium adalah selulosa yang di generasi, maka sifatnya dalam banyak hal sama dengan rayon viskos. Perbedaan sifat-sifatnya antara rayon kupramonium sangat halus, lebih mulur diwaktu basah dibanding waktu kering, bahan mudah terbakar, dan kekuatannya berkurang oleh sinar matahari. Rayon kupramonium kebanyakan digunakan untuk busana pesta anak wanita, karena kain bermutu tinggi dengan kehalusan filamennya member sifat lemas dan drape yang baik.



2.   Polimer Sintesis 
      Polimer sintetis yaitu SERAT yang dibuat dari polimer-polimer buatan. Polimer sintesis diantaranya poliamida (Nylon) dan poliester.

(a) Poliamida (Nylon)
      Polimida (Nylon) merupakan SERAT yang kuat. Sifat-sifat Nylon adalah kuat dan tahan gesekan , daya mulurnya besar apabila diregang sampai 8 %, benang akan kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang bentuk akan berubah, elastis, tidak mengisap uap air panas atau bahan tekstil mudah kering, sehingga Nylon akan baik digunakan untuk pakaian bepergian, dan pakaian dalam anak karena ringan dan cepat kering.

(b) Poliester
    Kain-kain yang dibuat dari poliester mempunyai sifat cepat kering, kuat dan dapat berbentuk seperti SERAT alam. SERAT-SERAT poliester bisa dicampur dengan SERAT-SERAT katun, wol, rayon, dan sutera. Poliester memiliki sifat yang baik, yaitu sifat tahan kusut, dan dimensi yang stabil. Untuk pakaian ringan/tipis, poliester sangat baik jika dicampur dengan kapas.

    Serat poliester dapat menghasilkan kain yang tipis atau tebal dengan cara menenun atau merajut sesuai dengan kebutuhan, jika menghendaki kain yang terasa sejuk atau hangat, poliester dapat dicampur dengan katun atau rayon, disebut dengan TC dan TR, yang digunakan sebagai seragam sekolah anak.

(c) Serat akrilat
     Sifat akrilat yang menonjol adalah mempunyai berat jenis rendah dan daya ruwah (bulking power) yang sangat besar, sehingga SERAT tersebut sering diberi julukan hangat tak berbobot (Warmth Without Weight). SERAT akrilat di gunakan sebagai pengganti wol pada busana anak. Keberhasilan SERAT akrilat terutama pada penggunaan sebagai SERAT stapel yang dapat menyerupai sifat wol. Untuk pakaian terasa lebih lembut, lebih ringan dan tidak gatal seperti sifat SERAT wol, tidak mengempa (non felt), mudah dicuci atau dirawat menjadikan SERAT ini saingan dari SERAT wol.

Tuesday, 26 July 2016

Serat yang Berasal dari Hewan

Serat alam meliputi serat yang dihasilkan oleh tanaman, hewan, dan proses geologis. Serat jenis ini dapat mengalami pelapukan.
Serat alam dapat digolongkan kedalam:

  • Serat tumbuhan: biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa, dan kadang-kadang mengandung lignin. Contoh dari serat jenis ini yaitu katun dan serat rami. (baca jenis-jenis serat tumbuhan: disini
  • Serat kayu, berasal dari tumbuhan berkayu.
  • Serat hewan, umumnya tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang dimanfaatkan oleh manusia adalah bulu domba (wol), kulit, bulu, dan sutera
  •  Serat mineral, umumnya dibuat dari asbestos. Saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral   yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang.  (Baca jenis-jenis serat mineral disini)
Berikut merupakan jenis-jenis serat yang berasal dari hewan:
1)             Wol
Serat wol tumbuh dari kulit domba dan merupakan serat yang relatif kasar dan berkerut dengan sisik pada permukaannya. Serat wol terdiri dari protein. Tampilan serat bervariasi tergantung pada jenis domba. Serat yang lebih halus, lebih lembut dan lebih hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik dan lebih halus. Serat yang lebih tebal dan kurang hangat memiliki lebih sedikit sisik dan kasar. Biasanya, serat wol yang lebih baik dengan sisik yang lebih halus tampak kusam daripada kualitas serat berkualitas buruk yang memiliki lebih sedikit sisik.

Karakteristik
·         Tampak berkerut
·         Elastis
·         Higroskopis, mudah menyerap kelembaban
·         Menyatu pada suhu lebih tinggi daripada kapas
·         Tingkat penyebaran api, pelepasan panas dan panas pembakaran lebih rendah
·         Tahan terhadap listrik statis
Aplikasi
·         Pakaian – jaket, jas, celana, baju hangat, topi dan sebagainya
·         Selimut, karpet, bulu kempa dan pelapis
·         Karpet kuda, kain pelana



2)               Serat Sutera
Serat sutera berasal dari air liur ulat sutera saat menjadi kepompong. Jenis kain sutera memiliki daya jual yang tinggi, karena memiliki kilau dan kehalusan yang tidak dimiliki serat lain. Kekuatan serat suterapun baik namun dalam keadaan basah kekuatan serat sutera berkurang 15%. Serat sutera memiliki ciri – ciri fisik licin, berkilau, lembut, kenyal, kuat dan dapat menyesuaikan diri dengan temperatur udara yang ada. Jika dijadikan sebuah pakaian, serat sutera akan terasa dingin dan dapat menyerap keringat dengan baik. Namun serat sutera dapat berubah warna menjadi kuning jika terlalu banyak terpapar cahaya matahari. Serat sutera juga tidak tahan panas dan asam namun tahan terhadap ngengat.
Karakteristik
·         Berkilau, tekstur halus dan lembut dan tidak licin
·         Ringan, kuat, tetapi dapat kehilangan hingga 20% kekuatannya ketika basah
·         Elastisitas sedang hingga buruk. Jika dipanjangkan, tetap meregang
·         Dapat melemah jika terkena terlalu banyak sinar matahari
·         Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
·         Dapat dirusak oleh serangga, terutama jika dibiarkan kotor
Aplikasi
·         Kemeja, dasi, blus, gaun formal, pakaian mode kelas atas
·         Pakaian dalam wanita, piyama, jubah, setelan pria dan baju musim panas
·         Banyak aplikasi untuk furnishing
·         Pelapis jok, penutup dinding, dan hiasan dinding


3)        Kulit

Dalam aspek tata busana dan produk hewan, kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian, interior kendaraan, furnitur, sampul buku, bedug, dan sebagainya.
Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.
Kulit kangguru bersifat kuat, fleksibel, ringan, dan anti abrasi, sering digunakan sebagai bahan pembuat cambuk dan jaket pengguna sepeda motor. Sepatu sepak bola, dan sarung tinju.


Pedang tradisional Jepang Katana menggunakan kulit ikan pari (khususnya subordo Myliobatoidei) pada pegangannya



4) Serat Alpaca 

Serat alpaca merupakan serat alami yang didapatkan dari alpaka, yang merupakan hewan unik  termasuk ke dalam keluarga unta dan menyerupai llama. Serat alami ini lembut, tahan lama, mewah dan halus. Dibandingkan dengan wol, serat ini lebih hangat, tidak berduri, dan tidak mengandung lanolin, yang membuatnya menjadi hypoallergenic. 
Alpaka secara alami tahan air dan sulit untuk terbakar. Terdapat dua jenis serat alpaka yakni:
1) Huacaya, alpaca yang tumbuh serat spons lembut, memiliki kerutan alami, sehingga membuat benang elastis ini yang sangat cocok untuk dirajut. 
2) Suri tidak memiliki kerutan dan karenanya lebih cocok untuk barang tenunan. 

Alpaca dibuat menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian yang sangat sederhana dan murah yang dibuat oleh masyarakat adat hingga produk canggih, industri dan mahal seperti pakaian. Pembuatan, pembuatan kartu, pemintalan, proses tenun dan finishing alpaka sangat mirip dengan proses yang digunakan untuk wol.